Saturday, May 9, 2015

Kisah Ndoro Purba Cucu HB VI part 2

Perkembangan Politik 1880-an

Pada waktu itu terjadi dualisme di Mataram karena perbedaan politik dan kepentingan, maka terjadi perebutan pengaruh. Patih pengemban Pangeran Pati berhasil menyingkirkan putra mahkota. Tahun 1883 Gusti Pangeran Haryo Muhammad Surenglogo tertangkap di Balerante dan diasingkan oleh Belanda. Rencananya putra mahkota ini akan dibuang dari Batavia ke Ceylon. Akan tetapi karena Gunung Krakatau meletus, maka kapal yang membawa beliau tidak dapat melewati Selat Sunda dan terbawa arus kearah timur. Akhirnya Belanda merubah pengasingan beliau yang sedianya ke Ceylon menjadi ke Manado. Para Bangsawan pendukung beliau juga banyak mengalami tekanan dan pembuangan. Seorang diantaranya adalah Gusti Pangeran Haryo Suryo Mentaram yang mengalami pembuangan ke Pulau Timor. GPH Suryo Mentaram dengan berat hati menyerahkan putra beliau yang bernama Raden Mas Kusrin kepada saudaranya GPH Surya Putra dan meninggalkan sang anak ke Timor. RM Kusrin lahir pada hari Rabu Legi mempunyai watak dasar yang kaku dan pendiam, beliau dibesarkan dan dirawat oleh sang paman (GPH Surya Putra) tidak beda dengan anaknya sendiri. Semenjak berpisah dengan orangtuanya RM Kusrin tumbuh menjadi seorang anak yang pendiam dan pemurung. Menyaksikan orangtuanya yang harus diasingkan demi membela keyakinan dan kebenaran membuat RM Kusrin lebih banyak menyendiri dan menyepi dan bertafakur.

Remaja

RM Kusrin tumbuh menjadi remaja yang gemar melakukan laku prihatin, dia lebih suka mengadukan permasalahan hidunya kepada Tuhan. Setelah cukup umur, beliau dibawa sang paman GPH Surya Putra menghadap Sri Sultan untuk memohon pekerjaan, dan oleh Sri SultanRM Kusrin diterima dan diberi jabatan sebagai Bekel Punakawan dengan gelar Raden Bekel Prawira Purba.
Setelah berumur 20 tahun RB Prawira Purba menikah dengan seorang gadis desa. Gadis desa tersebut bernama Jiwaningsih puteri Pak Jiwa dan tinggal diluar beteng keraton (luar beteng pada saat itu sekaligus menunjukkan strata sosial sebagai rakyat jelata). Pada saat menerima lamaran RB Prawira Purba, Jiwaningsih diperintahkan ayahnya untuk teteki (laku prihatin) sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan karena mendapatkan pasangan dari kalangan ningrat. Upaya sesuci tersebut sebagai persiapan untuk menikah dan menjalani hidup baru agar Tuhan memberikan perkenan dan keselamatan.
Setahun setelah menikah dengan Jiwaningsih, RB Prawira Purba dikaruniai anak bernama Raden Ayu (RA) Sukiyi. Kehadiran RA Sukiyi perlahan membasuh kepahitan hidup yang dialami RB Prawira Purba, sedikit demi sedikit kelucuan seorang anak mulai menjadi penghibur dan sumber kebahagiaan beliau. Akan tetapi memang takdir Tuhan berjalan lain, pada saat RA Sukiyi berumur 5 tahun mengalami sakit dan berpulang ke Rahmatullah. Kesedihan akibat ditinggal puteri tersayang juga menambah derita dan sakit yang kemudian dialami RA Jiwaningsih. Setahun sesudah meninggalnya puteri kesayangan, RB Prawira Purba harus mengalami kesedihan ditinggal isteri tercinta.
Dalam usia 26 tahun beliau kembali sendiri, hidup tanpa orangtua, ditinggal mati anak dan isteri, merupakan goncangan dan tekanan bagi RB Prawira Purba saat itu. Dalam keadaan sendiri akhirnya beliau kembali menemukan tempat pelarian Abadi, yaitu Tuhan. Setiap hari kehidupan beliau dijalani dengan tafakur, baik tidur, duduk, berdiri maupun berjalan. Makan minum terkadang sampai lupa, tidurpun sering dilewatkan. Yang dilakukan adalah berjalan kaki siang malam dengan berdiam diri, beliau lakukan sampai jauh kearah utara. Setelah sekian lama berjalankaki sampailah beliau di makam Sunan Kalijaga di Kadilangu (daerah sekitar Demak). Beliau menghabiskan waktu di makam Sunan Kalijaga, yang dilakukan hanya bertafakur terus menerus bahkan tidak mengunjungi kerabatnya yang menjadi isteri Bupati Demak saat itu. Setelah beberapa waktu akhirnya beliau kembali berjalan kea rah selatan terus mengarah kembali kearah Yogyakarta.

Setelah kembali ke Yogyakarta beliau menjadi seorang yang pendiam dan jarang berkomunikasi dengan siapapun. Kehidupan beliau jalani dengan lebih banyak berdiam diri. Pada suatu hari di Keraton Yogyakarta sedang menyusun perhelatan penting dan direncanakan akan hadir tamu-tamu pejabat Belanda. Beberapa waktu sebelumnya telah diadakan persiapan, Raden Bekel (RB) Prawira Purba yang memang menjadi Bekel di Keraton Yogyakarta menjadi petugas yang mengatur Sinoman (Sinoman secara arti adalah muda-mudi disini berarti sebagai pelayan yang menyajikan makan/minuman bagi para tamu). Setelah sekian lama menghilang, RB Prawira Purba kembali dating di Keraton sehingga beliau ditunjuk Sri Sultan untuk mengatur abdi dalem menyiapkan hidangan serta menyusun meja kursi di keraton.
RB Prawira Purba yang mendapat perintah Sri Sultan tidak segera melaksanakan perintah tersebut, akan tetapi justru beliau berdiam diri bersandar di tiang pendapa keraton sebelah tenggara. Demikian pula beliau tidak memerintahkan para abdi untuk melaksanakan amanat perintah Sri Sultan tersebut. Sehingga menjelang acara dimulai ternyata masih belum siap, maka marahlah sang Raja. Kata beliau kepada RB Bekel Prawira Purba “Bekel Purba” mana anakbuahmu abdi dalem semua?,hari sudah demikian sore mengapa belum tampak yang dating bekerja?siapakah yang menyiapkan ruangan untuk tamu-tamu nanti?.
Maka jawab Bekel Purba “oh iya, maaf Paduka Yang Mulia, sambil kemudian metheti jari (memetik jari seperti memanggil binatang) maka seketika itu berjalanlah meja-meja dan kursi-kursi membentuk sendiri susunan berderet untuk keperluan jamuan. Betapa makin menjadi kemarahan Sri Sultan, menghadapi kejadian ini, karena berdemonstrasi kesaktian di hadapan Raja.

Catatan : Sumber lain mengatakan “dengan menahan amarah Sang Raja mengatakan “”kursi kamu petheti seperti binatang, Kamu memang gila Bekel Purba”..sejak saat itu beliau menjadi seperti orang yang kurang waras akibat sabda Sang Raja. Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa Bekel Purba menjadi aneh perilakunya bukan karena Sabda Raja, akan tetapi karena kesedihan mendalam ditinggal istri dan anak dan karena selalu bertafakur kepada Tuhan sehingga beliau kurang mempedulikan hubungan sesama manusia

repost kaskus TS "mdiwse"

No comments:

Post a Comment