Menemukan makam kuna
Alkisah ada seorang bernama Wanasemita yang tinggal di desa Polaman
Sedayu yang setiap hari pergi ke Beringharjo untuk berjualan sayuran
maupun hasil bumi lainnya. Pada hari itu dagangan Wanasemita sudah laris
terjual dalam waktu yang cukup cepat, sehingga masih agak pagi sudah
habis terjual semua dagangannya.
Sambil menunggu beberapa uang pembayaran yang belum dia terima
Wanasemita membeli es campur di salah satu kios di Beringharjo. Disaat
meminum es tersebut tiba tiba dirinya didorong orang, tentu saja es
ditangannya tumpah. Masih belum menyadari apa yang terjadi lagi lagi dia
kembali didorong orang bahkan lebih keras sehingga jatuh terguling
ditanah. Tanpa ada kesempatan berdiri sudah disusul disiram air pencuci
gelas seember penuh. Dengan keadaan terjengkang ditanah ditambah kondisi
basah kuyup, spontan emosinya naik dan marah. Tapi demi melihat bahwa
pendorongnya adalah Ki Ageng Prawira Purba maka sebisa mungkin
ditahannya emosi tersebut.
Pada waktu itu banyak yang meyakini bahwa barangsiapa dipermalukan atau
mendapat perlakuan yang kurang tepat dari Ki Ageng justru merupakan
firasat bahwa dirinya nanti akan mendapat keberuntungan. Maka Wanasemita
pun berdiam diri sambil menahan emosi serta berharap dia akan mendapat
keberuntungan.
Kira kira sebulan kemudian Ki Ageng tiba tiba mendatangi tempat tinggal
Wanasemita di atas gunung Polaman selatan Sedayu. Disaat tiba dirumah
Wanasemita Ki Ageng langsung masuk rumah tanpa permisi atau mengucap
apapun dan langsung duduk lesehan diruang depan karena tidak adaperaot
rumah. Wanasemita yang mendengar suara orang batuk di kamar depan segera
keluar kamar untuk melihat siapa yang batuk tersebut. Tiba tiba
terkejutlah wanasemita demi melihat yang hadir adalah Ki Ageng dan
sedang duduk di tanah beralaskan getepe. Teringatlah dia bahwa sebulan
yang lalu dirinya dipermalukan di pasar Beringharjo, akan tetapi rasa
hormat tetap ada didalam hatinya. Maka digelarlah tikar pandan sebagai
upaya menghormati tamunya. Akan tetapi Ki Ageng tetap tidak mau dan
memaksa duduk di getepe.
Segala hidangan yang disuguhkan juga ditolak, Ki Ageng hanya menerima
suguhan minuman saja. Setelah beberapa saat Ki Ageng beranjak keluar
rumah dan melihat lihat pekarangan. Wanasemita masih belum memahami
kemauan tamunya tersebut, maka dia hanya mengikuti saja. Setelah sekian
lama berjalan jalan jauh di sekitar kampung maka Ki Ageng berhenti di
sebuah gua sebelah tenggara lereng bukit. Dengan berjalan dan termangu
mangu ki Ageng berkata "menika satunggaling makam kina, makam naratapa
majapahit" (ini makam kuna, salah satu pertapa majapahit). Gua menika
pertapanipun, lan mestinipun mboten namung setunggal makam punika
aslinipun gangsal sedayanipun (gua ini adalah tempat pertapaannya dan
mestinya bukan cuma satu makam saja akan tetapi ada 5).
Ki Ageng menuruni lereng arah utara dan tidak jauh dari lokasi itu
ditunjuk agar wanasemita menggali, Ki Ageng meninggalkan tempat itu
dengan pesan suatu saat akan datang lagi membangun makam tersebut.
Penggalian pertama oleh wanasemita ditemukan mata air, dari bentuk
tepiannya diduga mata air tersebut bikinan manusia. Penggalian demi
penggalian dilakukan dan ditemukan tiga mata air. Diperlukan waktu dua
minggu untuk menggali, dan setelah selesai maka wanasemita melapor
kepada Ki Ageng.
Pada akhir pemugaran maka dilakukan selamatan, pengunjung banyak yang
datang bergotongroyong. Banyak pula yang sibuk menyiapkan makanan dan
merebus minuman. Tetapi telah berjamjam direbus minuman tetap saja air
tidak bisa mendidih, peristiwa tersebut akhirnya mengundang banyak orang
yangmelihat dan akhirnya tersiar kabar bahwa air di mata air tersebut
adalah air ajaib. Dan Polaman kedatangan banyak tamu untuk melihat mata
air tersebut (sendang).
Pada peristiwa pemugaran tersebut terungkaplah bahwa setelah keruntuhan
Majapahit, seluruh putera Brawijaya menyebar keseluruh nusantara. Putera
yang ke 91 bernama raden Paneti (putera Prembi) menghabiskan sisa
hidupnya menetap di Polaman, dan sampai akhir hayatnya dimakamkan di
Polaman.
repost kaskus TS "mdiwse"
No comments:
Post a Comment